LPPM Udinus-Ristekdikti gelar Pelatihan Paten

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Uinversitas Dian Nuswantoro (Udinus) bekerjasama dengan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) mengadakan pelatihan paten jurnal ilmiah dengan tema “Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang Berpotensi Paten”  di Semarang, selama 3 hari sejak Senin (10-12/7).
Pelatihan dibuka Wakil Rektor IV bidang Riset dan Kerjasama Udinus, Dr. Pulung Nurtantio Andono, ST., M.Kom, diikuti oleh 90 peserta, yang terdiri dari para dosen/peneliti dari perguruan tinggi. 
“Ketika seorang peneliti dapat menerbitkan jurnal nasional, terlebih internasional, tentunya menjadikan suatu kebanggaan tersendiri. Namun menjadikannya paten merupakan suatu keharusan, agar bermanfaat baik bagi peneliti, perguruan tinggi, maupun masyarakat luas. Udinus juga mendukung Ristekdikti yang terus menggugah para peneliti agar mematenkan temuan mereka,” papar Pulung dalam sambutannya.
Sementara itu Kasubdit Valuasi dan Fasilitasi KI Ristekdikti, Drs. Endang Taryono menjelaskan, dalam seleksi, terdapat 6000-8000 penemuan yang masuk di Ristekdikti. 
“Hanya sekitar 800an penemuan yang lolos seleksi, dan 90 diantaranya dari Jawa Tengah, dan kami undang untuk pelatihan kali ini, “ ucapnya.
Meski demikian menurut Endang Taryono, untuk pembiayaan paten sendiri, hanya 290 dari 800 penemuan yang akan dibiayai oleh Ristekdikti. 
“Sisanya akan ditanggung oleh perguruan tinggi. Untuk itu juga perlu dilakukan pembinaan perguruan tinggi. Agar peran perguruan tinggi untuk pembangunan bangsa juga makin maksimal,” imbuhnya.
Pada pelatihan ini para peserta akan mengetahui pemanfaatan sistem Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan sistem paten dalam kegiatan penelitian dan pengembangan serta komersialiasasi KI. Selain itu juga memperdalam dan berpraktek langsung dalam metode penulisan dokumen spesifikasi paten. Dari Udinus sendiri ada 6 orang dosen yang lolos penemuannya untuk mengikuti pelatihan ini. (don).


Share on Google Plus

About Donny Nur

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar